Rabu, 11 Februari 2015

Entah... katanya...



Engkau Maha Adil, katanya...
Tapi kenapa masih banyak orang lemah tertindas dan yang memiliki kekuasaanlah yang akan menang. Itukah letak ke-adilanMu...?!

Engkau Maha Mengetahui, katanya...
Kau tau kalau banyak rakyat jelata yang terlantar, dan banyak pejabat-pejabat yang korup merajalela. Tapi kenapa Engkau diam saja...?!

Engkau Maha Pemurah, katanya...
yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, yang kuat makin kokoh dipuncak dan yang lemah makin hancur dinjak. Se-Murah itukah Engkau ?!

Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, katanya...
Kami yang selalu memujamu tak pernah Kau kasihi dan tak pernah Kau sayangi. Kasihanilah kami... Sayangilah kami... Seperti Kau mengasihi dan menyayangi diri-Mu sendiri...

Engkau adalah raja dari segala raja, katanya...
Banyak raja-raja yang ingin menandingi-Mu dan mennyamakan kedudukannya dengan-Mu. Akan tetapi Kau tidak menghancurkannya, malah seolah Kau memeliharanya. Masih pantaskah Kau kusebut raja...?!

Tapi kataku... Kau itu lebih dari katanya, karena Engkau Maha Entah. Tak pernah terbesit olehku kalau Kau tergambar dalam anganku, terfikir dalam otakku, ternalar dalam akalku dan terasa dalam benakku. Bahwa Kau sesungguhnya Maha Entah, karena aku adalah ciptaanmu yang takbisa dan takkan pernah bisa... .

Karena Engkau lebih dari katanya.

0 komentar:

Posting Komentar