Senin, 07 November 2016

Akhir, tapi bukan yang Terakhir

Akhir, tapi bukan yang Terakhir

Pemberhentianku saat ini bukan suatu hal yang 'ku inginkan
Bukan juga karena aku menyerah, melainkan aku lebih menghargai keputusan

Mimpi yang sempat memberikanku motivasi,
Dan karena mimpi pula aku berhenti

Mimpi itu terlihat begitu nyata
Kau hanya diam tanpa kata
Tak memberikanku jawaban
Dan tak membiarkanku untuk memberi alasan

Namun jangan salah kira jikalau aku menyerah sampai disini
Aku akan selalu menunggumu kapanpun kau menghampiri

May...
Saat kau menyampaikan doa agar aku mendapatkan yang terbaik dibandingmu
Aku justru semakin ragu dan bingung dengan sikap diamku
Menjadi semakin yakin denganmu
Walaupun diriku tetap harus menghargaimu

May...
Terima kasih untuk membiarkanku bahagia,
Bahagia dan meng-galau ria
Tidak, itu tidak sia-sia
Justru itu yang telah membuat hidupku berwarna
Semoga hidup kita bahagia...
Amin

Ini akhir, tapi bukan yang terakhir

Minggu, 23 Oktober 2016

MESTAKUNG

MESTAKUNG
(Semesta Mendukung)

Setelah sekian lama aku berjuang, ternyata begitu banyak hal yang tidak kuketahui.

Awalnya aku mengira jikalau dirimulah yang begitu arogan.

Berlalu begitu saja tiap kali kita bertemu, mengindahkan pesan-pesan yang selalu kusampaikan.

Aku mengira dirimulah yang selalu enggan dan terus menjauhiku, tanpa sebab dan alasan.

Bertindak semaumu tanpa memikirkan perasaanku, seolah diriku takkan pernah mendapatkan harapan.

Melihat hal-hal yang pernah kulakukan, bukan menjadi sesuatu yang begitu berarti buatmu.

Hingga strategi demi strategi selalu aku terapkan, untuk bisa mendapatkan apa tujuanku.

Namun selama ini aku telah salah.

Aku selalu berusaha menjadi diriku agar kau menerimaku, tanpa berfikir apakah kau mau dengan diriku yang saat ini ?

Setelah aku mengetahui semuanya, ternyata ada yang salah dengan apa yang telah aku kira.

Bukan karena dirimu arogan, tapi selama ini semesta tidak mendukung.

Langit dan bumi, pohon dan rumput, gunung dan laut, hingga semesta alam jagad raya selama ini tidak mendukungku.

Aku baru sadar, jikalau aku harus bisa membuat semesta mendukung.

Minggu, 27 Maret 2016

Kau Begitu Nyata

Pagi ini adalah pagi-pagiku yang sama, yang penuh sekali dengan kesibukan. Yah... memang banyak kesibukanku di setiap paginya. Mulai dari beresin muka, beresin kosan, hingga beresin sisa-sisa mimpi indah semalam. Memang hanya mimpi, mimpi yang begitu nyata bagiku. Seperti seseorang yang sok banyak kesibukan disetiap paginya.

Rabu, 23 Maret 2016

Selasa, 22 Maret 2016

Cukup Tau Saja

Salam May...

Hanya cukup tau saja.
Aku tidak terjerumus May, oleh karenanya tidak ada alasan mengapa aku harus bertobat.
Aku bukanlah mereka yang terjebak dalam mimpi-mimpi semu May, yang tak bisa bangkit dan mewujudkan.

Mengapa harus mundur, jika bisa maju untuk beberapa langkah.
Mengapa harus sakit, jikalau bisa selalu sehat wal afiat.
Mengapa harus hitam, jikalau putih menyenangkan.

Ini bukan sekedar mimpi dan angan, tapi telah menjadi suatu hal.
Ya... Tekat,
Tekat inilah yang terus menjagaku sampai saat ini.

Jangan sesekali kau pertanyakan atau bahkan kau bantah, karena itu bukanlah hakmu.

Ini adalah hakku, dan kewajibanku untuk menyampaikan padamu.

Adalah kewajibanmu sekedar tau, dan hakmu untuk memilih.

Bodo amat dengan apa yang kau lakukan dan dengan siapa kau berada saat ini, itu bukanlah urusanku.
Meskipun diriku semakin mundur (menjauh), sakit (merasakan), hitam (membayangkan).
Ketika aku melihatmu bahagia, itupun sudah cukup untuk membahagiakan diriku.

Sekali lagi,
Hanya cukup tau saja May... bahwa aku suka padamu.
Hanya cukup tau saja diriku... bahwa kau telah mengetahuinya.

Terima kasih May, karena kau telah mengetahuinya...

Sabtu, 19 Maret 2016

Aku

Aku adalah aku...

Hehe... bukan pingin sok puitis lagi, langsung aja.
Namaku Ubaidillah Khan pas mulai umur 21 tahun. Bingung kan... kenapa kok baru pas umur 21 tahun nama itu muncul. Jadi gini sejarah singkatku soal nama...
Waktu baru lahir namaku Ubaidillah Akbar. Tapi karena aku sering sakit-sakitan nama itu diganti menjadi Ubaidillah Aqsho. Eeehhh... sialnya aku masih sakit-sakitan, ya udah... hingga akhirnya nama belakang dari nama panjangku dihilangkan, jadi cuman Ubaidillah tok (tanpa tok). Singkat cerita, menginjak usia 21 tahun aku baru sadar kalo ternyata nama Ayahku keren juga Abdullah Khan. Nahhh... maka dari itu, aku putuskan kalo namaku sekarang berubah jadi Ubaidillah Khan. Itupun tanpa sepengetahuan keluarga, cuman temen nongkrong aja. Klaim aja dulu, biar aman... Hehe...

Aku lahir di Surabaya, asal keturunan orang Madura, besar di Gresik. Namun, sekarang aku tinggal di Tangerang Selatan tepatnya di Ciputat yang diyakini menjadi daerah paling menakutkan bagi para JOMBLOwan dan JOMBLOwati hingga JOMBLOwers (pengikut jomblowan & jomblowati).

Statusku sekarang masih belajar di salah satu universitas di daerah angker tersebut dan masuk di jurusan Tafsir Gadis (keterangan klik disini). Ada beberapa hobi unikku, tapi sangat kontras dengan diriku yang sebenarnya. Pertama, jalan-jalan (padahal buat makan aja susah). Kedua, nonton film korea (mirip sama Lee Min Ho cuman beda tampang & nasib doang). Ketiga, mencari tempat POJOKAN biar dapet Inspirasi (entah apa itu).

Mungkin itu aja yang bisa ku jelaskan tentang siapa diriku, nanti nyusul lahhh... cerita selanjutnya.
Terima kasih sudah membaca beberapa coretan-coretan yang gak begitu penting ini. hehehe...

Jumat, 18 Maret 2016

Kamis, 17 Maret 2016

Selasa, 23 Februari 2016

Senin, 22 Februari 2016

Aku... Penikmat Dirimu.

Untuk May-ku...

Kesendirianku akhir-akhir ini tak lain dan tak bukan layaknya seorang hamba yang bingung dan gelisah.
Bukan karena aku berkelana dalam perjalananku ini, dari barat menuju timur (dari Ciputat menuju Kalimantan dan Sulawesi) lantas Aku menemukan apa yang ku inginkan.
Sedangkan yang ku inginkan hanyalah dirimu, May-ku...

Rabu, 17 Februari 2016

Kamis, 07 Januari 2016

outlook indonesia 2016




Persoalan carut marut isu politik, ekonomi, dan sosial hingga bencana-bencana yang melanda dan pernah menghebohkan indonesia hingga manca negara diakhir tahun 2015 kemarin seakan hampir tak terdengar ketika datangnya momen awal tahun baru 2016 yang hanya sempat bertahan sehari, sebelum dan sesudah bunyi terompet dan kembang api dimana-mana.