Malam ini syair-syair kukumandangkan. Entah diriku sendiri tak mengerti apa maksud syair ini, tetapi semua orang yang berada disampingku meneriakkan syair-syair tersebut...
Diriku larut dalam syair-syair tersebut. Bulu kudukku berdiri darah serasa mengalir deras, mulai dari kepala hingga ujung kaki meskipun posisiku sedang duduk bersila...
Mengumandangkan nama-nama orang yang tak pernah kuketahui. Hanya ada dua nama yang selalu mereka sebutkan dan teriakkan Allah serta Muhammad...
Semua orang terus berteriak. Sesekali kumencoba untuk memahami arti syair-syair tersebut yang kutahu hanya satu yaitu, mereka seolah-olah sedang memanggil sosok Allah...! Allah...! Allah...! "Terserah diriMu sekarang berada dimana, malam ini orang-orang disampingku meneriakiMu... Allah...!" dalam benakku. Hingga dirikupun ikut memanggilMu...
Terserah Kau berada dimana... ingin sekali kumerasakan keberadaanMu...
Diriku larut dalam syair-syair tersebut. Bulu kudukku berdiri darah serasa mengalir deras, mulai dari kepala hingga ujung kaki meskipun posisiku sedang duduk bersila...
Mengumandangkan nama-nama orang yang tak pernah kuketahui. Hanya ada dua nama yang selalu mereka sebutkan dan teriakkan Allah serta Muhammad...
Semua orang terus berteriak. Sesekali kumencoba untuk memahami arti syair-syair tersebut yang kutahu hanya satu yaitu, mereka seolah-olah sedang memanggil sosok Allah...! Allah...! Allah...! "Terserah diriMu sekarang berada dimana, malam ini orang-orang disampingku meneriakiMu... Allah...!" dalam benakku. Hingga dirikupun ikut memanggilMu...
Terserah Kau berada dimana... ingin sekali kumerasakan keberadaanMu...

0 komentar:
Posting Komentar