Selasa, 23 Februari 2016

Hampa



Hampa

Kini kembali hampa, kosong tak terisi.
Kini kembali sepi, seperti hati ini.

Kupanaskan kembali air, kutuang kedalam gelas bercampur  bubuk kopi.
Kusiapkan bertumpuk buku diatas meja bercahayakan api.
Kutaruh asbak disamping buku dengan menghisap rokok disela jari.
Namun, seiring berjalannya waktu otakku pun tak terisi; tak terisi inspirasi.
Sampai mata ini tak bisa diajak kompromi.

Tidur, aku mulai berjalan sempoyongan menuju kasur.
Mengulas kembali kehidupanku yang hancur; hancur lebur tak teratur.
Tapi aku tetap bersyukur, karena aku tak sampai kufur.
Hingga aku hilang dan mendengkur...

Hitam gelap, sunyi senyap.
Tak sabar diriku menyongsong hari esok dan terbang walau tak bersayap.

0 komentar:

Posting Komentar